Urgensi Kesehatan Mental Pelajar di Kabupaten Bogor

URGENSI KESEHATAN MENTAL PELAJAR DI KABUPATEN BOGOR
Oleh: Raisya Putri Anindya
Melansir data dari dinas sosial Kabupaten Bogor, bahwa jumlah ODGJ di Kabupaten Bogor mencapai angka 2.767 orang. Pada tahun 2019, belasan remaja di Bogor bahkan alami gangguan mental akibat kecanduan gadget. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Hotel Grand Melia Jakarta, Gangguan mental yang paling banyak diderita oleh remaja adalah gangguan kecemasan yaitu sebesar 3,7%, kemudian gangguan depresi mayor sebesar 1,0%, diikuti oleh gangguan perilaku 0,9%, serta gangguan pasca trauma sebesar 0,5% (Gloria ,2022).
Ada banyak sekali faktor yang mempengaruhi gangguan kesehatan mental yang dialami oleh para pelajar . Dari segi permasalahan keluarga, lingkungan pertemanan maupun masalah di sekolah yang berkaitan dengan pendidikan. Salah satu contoh permasalahan yang sering dialami berkaitan dengan permasalahan keluarga adalah kurangnya perhatian dari orang tua dan hubungan orang tua yang tidak harmonis. Belum lagi lingkungan pertemanan yang justru menambah masalah baru. Studi terbaru telah mengidentifikasi masalah kesehatan mental khususnya depresi sebagai penyebab terbesar dari beban penyakit dikalangan anak muda (Amini, dkk 2020 ; WHO,2017). Kalangan anak muda yang tidak lain masih didominasi oleh pelajar adalah mereka yang duduk dibangku sekolah.
Seperti diketahui bahwa pendidikan saat ini menggunakan sistem kurikulum merdeka yang menekankan kepada peserta didik untuk lebih aktif dan ternyata berimbas kepada tugas-tugas yang semakin banyak. Mereka dibebani tugas praktik,tugas hafalan dan tugas proyek. Maka tidak ada cara lain, selain para pelajar banyak mengakses tugas melalui media sosial dan mereka menjadi kecanduan gadget. Di lingkungan penulis, kebanyakan pelajar menggunakan gadget dengan tidak bijak dan banyak yang menggunakannya untuk bermain games ataupun menonton video negatif. Berkaitan dengan hal tersebut, para pelajar hendaknya pandai dalam menggunakan dan memanfaatkan gadget dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai gadget mempengaruhi prestasi belajar.
Ditemukan pula kasus dari mereka yang telah mengalami gangguan mental yakni sampai memilih untuk menyakiti dirinya sendiri, hal ini disebabkan rasa depresi dan kesepian. Data menunjukkan sekitar 49,4% pada usia 13-14 tahun dan 50,6% pada usia 15-16 tahun pernah melakukan self-harm (Ee & Mey, 2011 ; Sayyidah, 2019 ) dan tingkat depresi remaja perempuan dua kali lebih besar dari remaja laki-laki (Amini,dkk 2020). Hal ini merupakan sesuatu yang sangat serius bagi kesehatan mental pelajar.
Sehingga alangkah baiknya, pelajar tidak menyepelekan jika merasa muncul tanda-tanda gangguan mental dan segera melakukan penyembuhan diri dengan bantuan psikiater. Jika pelajar merupakan siswa di sebuah sekolah, mereka dapat bekerja sama dengan bimbingan konseling untuk turut serta membantu siswa-siswi tersebut agar bisa menyembuhkan dirinya. Menjaga kesehatan mental para pelajar merupakan suatu hal yang sangat penting karena pelajar merupakan penerus bangsa dan generasi masa depan, jangan sampai masalah kesehatan mental menurunkan kualitas pelajar dan pendidikan di Indonesia khususnya di Kabupaten Bogor.
DAFTAR PUSTAKA
Amini,dkk. 2020.Factors Related To Adolescent Depression Levels In YPH Plus Bogor High School Bogor 2019 . Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Volume 3 No.4. https://ejournal.uika-bogor.ac.id (diakses pada tanggal 30 Oktober 2022 pukul 08.20 WIB)
Baluqiah, Muhammad. 2019. Gambaran Tingkat Kesepian Dan Kejadian Depresi Pada Remaja Self- Harm Di SMK Pembangunan Kota Bogor. Poltekkes Bandung, Jurusan Keperawatan Bogor. http://repository.poltekkesbdg.info.ac.id (diakses pada tanggal 31 Oktober pukul 10.31 WIB)
Farhan. 2019. Belasan Remaja di Bogor Alami Gangguan Jiwa Akibat Kecanduan Gadget. https://news.detik.com (diakses pada tanggal 29 Oktober 2022 pukul 20.42 WIB) Gloria. 2022. Hasil survei I-NAMHS: Satu dari Tiga Remaja Indonesia Memiliki Masalah Kesehatan Mental https://ugm.ac.id/id (Diakses pada tanggal 28 Oktober 2022 pada pukul 10.00 WIB) Khalifah, Sayyidah. 2019. Dinamika Self- Harm Pada Remaja. Skripsi. http://digilib.uinsby.ac.id/31129/3/Sayyidah%20Khalifah_J01215034.pdf ( Diakses pada tanggal 25 Oktober 2022 pukul 07.00 WIB
Artikel ditulis oleh Raisya Putri Anindya dalam rangka mengikuti lomba menulis artikel yang diselenggarakan oleh Forum Cendekiawan Muda Indonesia bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dengan Tema Harapan Para pemuda SMP Bagi Pendidikan Di Kabupaten Bogor, dan akhirnya Raisya meraih juara ke 3 menulis artikel Tingkat Kabuapaten Bogor.
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- Penggunaan Internet dan Media Sosial Sehat dan Pengawasan Penggunaan Gawai
- DEEP LEARNING : TANTANGAN DAN HARAPAN MENJAGA KESEHATAN MENTAL PELAJAR
- Tugas Pembuatan Video profil sekolah asal siswa
- KONTRADIKSI GENERASI MUDA YANG TAK LAGI BERJIWA MUDA
- Cerpen (Bunga Tidur)
Kembali ke Atas

