• photo perpisahan
  • benner 1
  • baNNER 2
  • baru

Selamat Datang di Website SMP PGRI 1 CIBINONG. Visi kami : Terwujudnya sekolah unggulan dalam bidang akademik dan non akademik yang bernuansa relegius. Terimakasih telah mengunjungi web kami.

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMP PGRI 1 CIBINONG

NPSN : 20200693

Jl.Golf KM.0,5 Ciriung Cibinong Telp./Fax 021-8755887 Kode Pos 16918


informatika.vhego@gmail.com

TLP : 0218755887


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 419702
Pengunjung : 173804
Hari ini : 65
Hits hari ini : 133
Member Online : 0
IP : 216.73.217.111
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

Cerpen (Bunga Tidur)




Bunga tidur

Oleh : Raisya putri anindya


         Air mata terus menerus jatuh,pikiran kosong,dan mata yang sampai sekarang masih tertuju pada batu nisan yang bertuliskan nama “Ningsih” tersebut. Beliau adalah nenek ku satu satunya anggota keluarga yang menemani masa pertumbuhanku,satu satunya orang yang rela menghabiskan waktu waktu berharganya untuk menjadikanku anak yang sehat,kuat,dan berpendidikan tinggi.Namun kini Sang pemilik alam semesta memanggilnya kembali. Kini aku benar benar sendiri tidak akan ada yang menemani.Langit mendung lagi hari ini padahal berita menginfokan bahwa hari ini tidak akan terjadi hujan,namun sepertinya semesta  turut hadir untuk menangis bersamaku menangisi bagaimana mirisnya kehidupanku yang tumbuh tanpa seorang ibu maupun ayah.

“Mika ayo pulang matahari sudah hampir tenggelam” ucap wanita disebelahku yang sedari tadi memeluk erat tubuhku.Ia adalah bibiku

“Tidak mau siapa yang akan menemani Yang ti jika aku pulang kerumah” Balasku sambil terus menatapi batu nisan

“Sudahlah Mika bersedih lama lama juga tidak bagus kita harus pulang sebelum hujan turun,lagi pula siapa yang akan menjamu para tamu jika bukan kita” ucap Pamanku salah satu orang yang paling aku benci dimuka bumi ini.

Karena tidak bisa menolak permintaan Paman dan Bibiku aku pun segera bersiap untuk meninggalkan tempat peristirahatan terakhir Nenekku.

Sesampainya dirumah aku dikejutkan dengan sekumpulan manusia yang berkumpul dirumah Nenekku.Aku penasaran dan bertanya pada Bibiku apa yang membuat mereka datang dan menangis tersedu sedu dirumah Nenekku yang luas tanahnya sangat kecil

 

‘’Bibi apa yang terjadi mengapa mereka semua bisa berada disini”

“Nenekmu itu orang yang dermawan Mika,saat berjualan ia selalu membagikan makanan gratis kepada para Pemulung,pengamen,anak anak jalanan,dan masih banyak lagi.Pecel buatan Nenek kamu juga terkenal dikalangan Pemerintahan ibukota” ucap Bibi menjelaskan

Perasaan marah dan terharu yang menjadi satu terus menghantam jiwaku,Aku marah karena selama ini membiarkan Nenekku berjualan namun disatu sisi aku  terharu melihat  banyaknya orang   yang  turut bersedih dan mendokan Nenekku.

Keesokan harinya aku terbangun dengan nafas yang tidak beraturan aku memimpikan Ayahku,dimimpiku aku dan Ayahku pergi kepantai bermain main dengan ombak,membuat istana pasir,mencari kerang,dan masih banyak lagi hal hal menyenangkan yang kita lakukan bersama.

Karena tidak ingin ambil pusing aku membiarkan mimpi itu lewat begitu saja,namun ternyata mimpi itu datang tidak hanya hari itu saja,dua,tiga,empat,dan lima hari setelahnya mimpi itu datang lagi menghampiriku.

Aku mulai bertanya tanya apakah ini adalah sebuah isyarat atau pertanda?Akhirnya aku mengambil keputusan  kerumah Bibiku untuk meminta izin mencari Ayahku yang belum pernah aku temui sama sekali.

Perjalanan memakan waktu 20 menit.Sesampainya dirumah bibiku aku disambut dengan segelas the hangat

Bibipun memulai percakapan

“Ada apa Mika jauh jauh ke sini?” ucap Bibi

“Bi aku mau langsung ke point nya aja ya,Aku mau cari ayah bi” ucapku dengan nada yang terbata bata

“Loh ada apa tiba tiba seperti ini?kamu takut ga ada yang urus? Tenang aja Mika bibi akan selalu ada bersama Mika” ucap Bibi meyakinkan ku

“Ayah datang ke mimpiku Bi,bukan hanya satu kali namun 5 kali.Aku rasa ada yang ingin ayah sampaikan Bi”

Tiba tiba Paman ku menyerobot menjawab

“Aduh Mika kamu tuh remaja umur 15 tahun sudah bukan anak kecil lagi,coba dong dipikir pikir lagi kalau mau melakukan sesuatu dikira gampang mencari orang yang fotonya saja  kamu tidak pernah lihat.Lagi pula untuk apa mencari orang yang sudah meninggalkan mu dan tidak pernah bertanggung jawab padamu” ucap Paman

Mendengar itu aku langsung terbawa emosi,dengan itu aku langsung berbicara tegas untuk menjawab ucapan Pamanku

“Paman pernahkan paman paham bagaimana rasanya menjadi akuu? Pulang sekolah tidak ada yang menjemput,mengambil rapotku sendirian,tidak pernah ada yang mengucapkan selamat jika aku mendapat peringkat dikelas selain Yang ti.Paman bilang tidak perlu bersedih lama lama karena Yang ti pergi  dari duniaa bagaimana aku tidak sedih paman,hanya Yang ti yang selama ini ada untukku, lagi pula mana ada orang yang tidak sedih jika sebagian dari hidupnya akan pergi meninggalkannya untuk selama lamanya” ucapku dengan tegas

 “ BERANI SEKALI KAMU BERBICARA SEPERTI ITU APA KAMU TIDAK PERNAH MENGANGGAP SAYA DAN KELUARGA SAYA? SAYA MIKA YANG MEMBIAYAI SEMUA KEBUTUHANMU!!!! DAN INGAT HANYA ANAK  SAYA YANG MAU BERTEMAN DAN SAYANG DENGANMU DISEKOLAH!! Ucap paman ku dengan tangan yang sudah siap menamparku.

“Pah sudah pah sudah cukup” ucap Bibiku menenangkan kami berdua

“ Hahaha anak paman menemani ku disekolah? Memalaki uang jajanku, memaksaku meminum 1 liter soda,dan memaksaku memakan makanan basi itu adalah bentuk sayang  ya paman? Itu bentuk kasih sayang anak paman kepadaku?”

Aku sebetulnya tidak pernah ingin memberitahu siapapun soal hal ini apalagi dengan Paman dan Bibi ku.Namun karena sudah tidak tahan dan tidak bisa berpikir panjang lagi akupun reflek mengucapkan semua kelakuan busuk anak Paman dan Bibiku

“Apa kamu bilang? Berani sekali menuduh nuduh anakku yang tidak tidak”

“Kenapa terlihat kaget seperti itu Paman? Tidak percaya  ya kalau anak Paman yang sangat paman banggakan adalah seorang pembully pada teman teman sebayanya.Aku tidak berbohong silahkan tanya kepada teman teman sekelasku alasan empat siswa keluar secara bersamaan satu hari sebelum ujian akhir semester dimulai” ucapku dengan yakin dan tegas

“Sialan kamu Mika pergi dari rumah saya sekarang.Saya tidak pernah sudi berada dalam atap lindungan yang sama dengan bocah tidak tahu diri seperti kamu”

Tanpa ragu ragu aku berlari menuju pintu keluar rumah Bibiku.Aku berlari sambil terus meneteskan air mata

Hujan turun lagi hari ini aku berjalan dengan pikiran kosong tanpa memikirkan orang orang yang memperhatikanku,tanpa memikirkan kendaraan kendaraan yang melaju sedari tadi.

Namun tiba tiba sebuah mobil berwarna hitam menghantamku. Badanku terhantam sejauh tiga kilometer rasanya seperti inilah akhir dari hidupku.Ada perasaan senang karena aku akhirnya bisa bertemu lagi dengan nenekku.Namun rasanya aku belum ingin kembali kepada –Nya

Karena ada perasaaan yang belum selesai di dunia ini. Dalam hitungan detik aku sudah tidak sadarkan diri.

Saat terbangun aku tidak dapat melihat apa apa.Gelap,hitam persis seperti saat pemadaman listik namun kali ini berbeda aku tidak bisa melihat cahaya sedikitpun.

“Mika kamu sudah sadar nak” ucap seorang wanita yang suaranya sangat aku kenali, dia adalah Bibiku

“ Bibi ini dimana? Aku kenapa? Kok kepalaku sakit sekali bi? Tanya ku karena sangat tidak mengerti apa yang telah terjadi

“Mika maafin Bibi ya lalai dalam menjagamu.Bibi sangat menyesal atas apa yang menimpa kamu” ucap Bibi sambil terus menangis

“Bibi kenapa nangis? Aku kenapa sebenarnya bi?”

“Mika maaf Bibi harus memberitahumu hal yang kurang menyenangkan ini,kamu mengalami kebutaan sementara karena kerasnya benturan pada kepala dan mata kamu Mika” ucap Bibi dengan terisak isak

Deg jantungku seperti berdetak 100 kali lebih cepat dari biasanya. Aku tidak menyangka hal menyedihkan terus menerus datang kepadaku.

Mulai dari meninggalnya nenekku,konflik dengan keluargaku sendiri,dan sekarang mataku yang tidak bisa melihat apapun lagi.

Sungguh ini semua tidak pernah terbayangkan olehku sebelumnya.

Bagaimana aku akan melanjutkan hidupku kedepannya?

Akankah aku semakin diejek jika fisikku seperti ini ?

Semua hal itu terus  menjadi sebuah tanda tanya besar dalam diriku sendiri.

“Ndok bangun ndok sudah waktunya  pergi kesekolah”

Suara itu sungguh tidak asing,aku sangat mengenal suara   tersebut iya itu adalah suara Nenekku tapi bagaimana bisa?

“Ndok ndok ayo bangun Yang ti sudah mau pergi untuk jualan “

Suara yang mulanya samar samar kini semakin jelas terdengar ditelingaku.

Mataku perlahan lahan terbuka hal pertama yang aku lihat adalah wajah Nenekku aku mulai kebingungan dan dengan membangunkan badanku dengan terburu buru

“ YANG TII? INI BENERAN YANG TI?” ucapku dengan nada tinggi karena terlalu kaget.

“ Ya iya dong Yang ti  terus siapa lagi?”

“ Bohong ini pasti mimpi”

 Aku semakin kebingungan ada apa sebenarnya?

Mana mungkin orang yang sudah meninggal dunia bisa membangunkanku untuk pergi kesekolah

Dan mataku? Bukan kah aku mengalami kebutaan?

Ada apa dengan ini semua aku ingin menangis rasanya.

“Sudah ya ndok Yang ti mau berangkat dulu”

“ Yang ti tunggu, aku melihat sendiri  jenazah Yang ti dimakamkan namun sekarang  bagaimana bisa Yang ti ada disini” tanyaku dengan penasaran

“Mika Yang ti sehat sehat saja kok mungkin umur memang tidak ada yang tau tapi Yang ti selalu berdoa  untuk diberi  umur panjang  supaya bisa  menjaga Mika lebih lama lagi”

“ Yang ti maaf aku tidak bermaksud seperti itu sepetinya semua ini hanya angan anganku saja”

“Yasudah Yang ti berangkat ya ndok”

“Iya Yang ti hati hati ya” ucapku sembari mengecup telapak tangan beliau …

Sampai sekarang aku masih tidak mengerti akan semua hal ini

Rasanya sangat tidak mungkin semua hal ini hanyalah sebuah mimpi dimalam yang panjang saja

Semuanya serasa sangat nyata

Namun aku bersyukur atas semua hal yang terjadi.Rasanya agak sedikit lega karena Tuhan masih memberi waktu untuk bertemu kembali dengan nenekku.

Aku percaya mimpiku pasti memiliki hikmahnya tersendiri.

Kedepannya aku akan selalu menghargai setiap detik yang aku lewatkan bersama Nenekku

Tidak lupa beribu ribu syukur aku panjatkan kepada  -Nya karena telah memberiku waktu lebih lama untuk  kembali menghabiskan waktu bersama Nenekku.

 

        PROFIL

Nama lengkap: Raisya putri anindya

TTL: Jakarta,11 Desember 2007

Alamat: Perumahan puri nirwana

Hobi: Bernyanyi,dan menonton film

 

uploaded by humas vhego

 

 

     

 

 




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :





   Kembali ke Atas